Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Dunia Anak: Sebuah Keajaiban

Posted on: April 12, 2008

Aku bersyukur kepada Allah yang menempatkan anak-anak di sekelilingku, sehingga aku semakin mengenal betapa uniknya Allah menciptakan mereka. Mereka belajar secara alami dari apa yang mereka lihat, pegang, dengar, makan, atau yang mereka cium.

Ika, 3 tahun. Dia menuangkan seluruh serbuk sabun cuci di wajan penggorengan mamanya, yang masih penuh dengan minyak goreng. Saat dia sedang asyik berkesperimen, tiba-tiba mamanya datang dengan teriakan keras dan lantas menyeretnya dari depan wajan yang sudah berbusa itu. Cika hanya bisa menangis. Dia menangis bukan karena sebal dimarahi, tetapi menangis karena tidak bisa menjelaskan bahwa dia melakukan itu, hanya karena sabun itu yang ada didekatnya untuk ditaruh di wajan. Dia pikir apa saja bisa dimasukkan ke wajan itu untuk dimasak.

Ian, 3 tahun. Dia mengambil sapu lidi dan menyapu, atau lebih tepatnya mengobrak-abrik semua sampah yang ditaruh ibunya di depan pintu gerbang agar mudah diambil pengambil sampah. Ibunya memarahinya dan mengatakan, “Nakal sekali kamu!” Padahal, mungkin dia melakukan itu karena merasa dia sedang membantu ibunya menyapu sampah-sampah yang baginya masih berserakan itu.

Dani, 6 tahun, memotongi sol sepatu dan sandal jepit yang ada di rumah untuk membuat mobil-mobilan. Mamanya histeris karena sepatu kesayangannya pun tidak luput dari gunting si Daniel. Sang Mama memilih meratapi sepatunya daripada memuji karya original si Daniel, sebuah mobil dari sol sepatu dan karet sendak jepit.

Vivi, 7 tahun, membongkar seluruh lemari mamanya untuk memadumadankan baju-baju mamanya di badannya. Tidak lupa juga mengoleskan tebal-tebal seluruh make up mamanya di wajahnya. Mamanya berkacak pinggang melihat itu. Padahal Vivi melakukan itu karena kagum kepada mamanya yang selalu cantik menggunakan seluruh baju dan make up itu. Dia juga ingin cantik dan terlihat dewasa seperti mamanya.

Didi, 4 tahun, bertanya kepada mamanya, “Ma, kenapa sih bapak-bapak itu tidurnya sama ibu-ibu?” Mamanya menjawab dengan sekenanya, “Ya, karena ngantuk!”

Itu baru yang aku lihat dan aku dengar dari pengalaman bocah-bocah yang ada di sekelilingku. Mereka belajar dengan cara mereka sendiri. Sebagian besar yang mereka lakukan adalah karena meniru apa yang orang tua atau orang yang ada di dekatnya lakukan. So, kalau mereka kelihatan begitu nakal, jangan buru-buru marah. Karena toh dia hanya meniru, atau pada dasarnya mungkin dia ingin menolong dengan caranya, dia ingin menyatakan kekagumannya, dia ingin membantu, atau membuat Anda kagum or senang. Sulit menebaknya memang. Tetapi dengan itulah mereka belajar banyak hal dalam hidup.

Bagiku, anak-anak tetap merupakan keajaiban!

Dapat dilihat juga di SABDA Space

9 Tanggapan to "Dunia Anak: Sebuah Keajaiban"

Benar – dan sangat benar…
saya guru sekolah minggu di daerah terpencil…

apa yang di sampaikan … marilah kita coba berpikir positif dengan menenpatkan posisi kita seperti anak- anak kita akan menemukan jawaban yang ter idah dan tidak pernah kita duga.

it si verry good

ia benar dunia anak adalah dunia keajauban yang luar biasa yang punya 1001 cara yang membuat kita akan jauh lebih takjub akan keberadaan mereka,,,,,,tawa canda,,dan pembicaraan mereka jauh membuat kita akan tersenyum karena keajaiban na,,,,sungguh hal itu yang membuat aku tetap semangat saat mengambil pelayanan anakk,,saya pegang kelas besar&pra remaja mereka adik2 yang luar biasa,,,,,,,,,pokok na punya hati saat mengambil pelayanan na,,,,,,

mama mama di atas keam bangetz sih . . .

bener juga c tapi kl anak itu ngobrol d saat mendengarkan firman tuhan gmana?

apa kita kgk boleh menegur mereka ?

apa yang harus qta lakukan ?

melisa, menegur anak yg salah boleh, itu juga di ajarkan Alkitab kok, Amsal katakan “tegurlah anakmu selagi masih ad harapan”, krn teguran kita berdasarkan kasih bukan krn emosi, kasih dan disiplin hrn berjalan bersama, ok, thanks

hihi lucu banget anak-anak itu ya… mereka seharusnya hanya perlu diberikan penjelasan positif tentang yang mereka lakukan.

mohon masukannya dong..kegiatan sekolah minggu untuk anak usia pre-teen (6 tahun ke-atas) ?
karena kita mau membagi dan membedakan kegiatannya dengan anak2 balita.

terima kasih…..

kami sekampung mengucapkan terimakasih atas cerita2nya…..!!!! semoga ada cerita2 yg menarik lagi ……!!!! thank’s

memang benar juga seringkali anak2 melakukan apa yang mereka tiru dari orang terdekat yang mereka kagumi namun kadang kita tidak memahami cara berpikir mereka sehingga membuat kita emosi saat mengetahui hal2 yg mereka lakukan tidak sesuai atau belum kena sasaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: