Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Pelayanan Anak di Rumah Sakit

Posted on: November 6, 2007

Melakukan pelayanan anak di rumah sakit mungkin belum pernah atau jarang dilakukan oleh sekolah minggu. Sebenarnya, kita dapat memasukkan kegiatan pelayanan tersebut sebagai salah satu program sekolah minggu. Pelayanan tidak terbatas hanya kepada anak-anak sekolah minggu atau jemaat saja, tetapi juga kepada anak-anak lain yang sedang menderita sakit di rumah sakit.

Seperti pelayanan-pelayanan di rumah sakit lainnya, pelayanan rumah sakit untuk anak pun sebaiknya hanya terbatas pada anak-anak yang beragama Kristen atau Katolik. Kita tidak dapat secara langsung melayani mereka yang belum percaya. Tetapi diharapkan dari kunjungan kita kepada anak-anak dari keluarga percaya, mereka yang belum percaya, yang mungkin satu ruangan dengan yang kita kunjungi dapat mendengar kabar kesukaan itu pula.

Bagaimana kita melakukan kegiatan pelayanan anak di rumah sakit?

PERSIAPAN

  1. Sebelumnya, pelayanan ini harus dimasukkan dalam program sekolah minggu. Perlu diadakan pembicaraan khusus mengenai prosedur pelaksanaan acara ini. Harus jelas pula visi, misi, tujuan, kegiatan-kegiatan, waktu pelaksanaan, daftar rumah sakit, sasaran, dan lain-lain sebagai dasar sekolah minggu melakukan pelayanan ini.

  2. Jika ingin mengajak anak-anak ikut dalam pelayanan ini, kita dapat memberikan pengertian terlebih dahulu kepada anak mengenai arti pelayanan rumah sakit dalam minggu-minggu sebelum pelaksanaan program, siapa saja yang akan di layani, bagaimana cara melayaninya, dan dasar Alkitab tentang memerhatikan orang sakit (misalnya, melalui kisah mengenai seorang perwira yang pembantunya sakit, dll.)

  3. Segera hubungi pihak rumah sakit saat program ini disetujui sebagai program sekolah minggu dan siap untuk dilaksanakan. Jika baru pertama kali melakukan pelayanan ini, lebih baik menghubungi pihak rumah sakit Kristen atau Katolik dulu. Karena biasanya kita tidak akan menghadapi banyak kesulitan saat mengurus perizinan dari pihak rumah sakit untuk melakukan pelayanan di rumah sakit-rumah sakit tersebut. Berikut yang dapat dilakukan.

    1. Biasanya ada bagian pastoral di rumah sakit Kristen atau Katolik. Untuk izin pelayanan di rumah sakit, hubungi terlebih dahulu bagian tersebut dengan mengajukan permohonan kerja sama yang diketahui gereja.
    2. Kita dapat menunggu pihak rumah sakit menghubungi kembali atau jika memungkinkan secara proaktif kita menghubungi mereka dengan cara menelepon, datang langsung, dan lain sebagainya.
    3. Lakukanlah pertemuan dengan pihak rumah sakit atau bagian pastoral untuk membicarakan teknis pelaksanaan kunjungan.
  4. Sebelum melakukan pelayanan secara pribadi dan berkelompok, adakan persekutuan doa untuk menggumuli kunjungan ke rumah sakit ini agar berkenan pada Tuhan dan menjadi berkat bagi anak dan keluarga yang dikunjungi.

  5. Pastikan Anda telah membagi tim pengunjung ke dalam berbagai kelompok. Tugas masing-masing kelompok harus jelas. Kelompok-kelompok kunjungan bisa mengunjungi di hari yang sama atau di hari-hari lain, tergantung persetujuan dengan pihak rumah sakit, apakah boleh mengunjungi pasien sekaligus dengan banyak pelayan.

PELAKSANAAN

  1. Saat tiba di lokasi, jangan langsung menuju bangsal, tapi hubungi kembali pihak rumah sakit atau divisi pastoral. Pihak pastoral akan menghubungi bangsal anak, kemudian memberikan data nama dan ruangan seluruh pasien anak yang beragama Kristen atau Katolik. Daftar ini juga bisa diminta sehari sebelum hari kunjungan. Jika pada hari kunjungan ada anak yang sudah keluar, pihak rumah sakit akan memberitahukan kepada para pelayan saat tiba di rumah sakit.

  2. Jika sudah mendapatkan daftar pasien anak, bagilah para pelayan sesuai kelompoknya dan berikan daftar anak yang harus dikunjungi.

  3. Rombongan bisa diantar oleh staf atau bagian pastoral rumah sakit. Tetapi bisa juga pihak rumah sakit memberi kebebasan untuk mengunjungi sendiri.

KEGIATAN

  1. Berbicara

    Saat para pelayan tiba di ruangan yang dimaksud, sesuaikan daftar yang diberikan pihak rumah sakit dengan bangsal di mana anak yang ada dalam daftar ditempatkan. Silakan memulai pertemuan dengan memberi salam. Jelaskan maksud kedatangan. Kita dapat ngobrol-ngobrol ringan dan bertanya tentang keadaan atau kondisi pasien. Tawarkan kepada pasien apakah ingin didoakan dan apa pokok doa mereka.

  2. Membaca firman

    Jika orang tua atau pasien bersedia didoakan, bacalah terlebih dahulu ayat firman Tuhan. Beri ulasan singkat dari firman tersebut.

  3. Bernyanyi

    Setelah selesai membaca firman Tuhan, nyanyikan sebuah lagu. Jika pasien dan keluarga bisa bernyanyi bersama akan lebih baik.

  4. Berdoa

    Setelah itu kita mulai berdoa. Doa dapat berisi permohonan kesembuhan bagi pasien, kecukupan biaya, kesabaran kepada keluarga yang menunggu, dan agar hati mereka penuh dengan sukacita di tengah-tengah kesulitan. Doakan pula pokok-pokok doa yang sudah disebutkan anak atau keluarga.

  5. Memberi kenang-kenangan

    Sebagai tanda perhatian berikan kenang-kenangan kepada pasien. Tidak perlu mahal, yang penting berkesan. Misalnya, sekuntum bunga, kartu nama, pembatas buku, gantungan kunci, dan sebagainya.

  6. Berpamitan

    Berpamitan sambil meminta alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi jika keluarga berkenan memberikan. Tujuannya untuk tindak lanjut dari kunjungan hari itu.

TINDAK LANJUT

  1. Kumpulkan semua daftar alamat dan nomor telepon yang didapatkan dari kunjungan tersebut. Satu atau dua minggu dari kunjungan, pasien dapat dihubungi kembali untuk mengetahui kondisi terakhir mereka. Jika pasien yang dikunjungi sudah sehat, doronglah mereka untuk menyaksikan cinta kasih Tuhan dalam hidup mereka. Jika masih sakit, tanyakan apakah ingin kembali dikunjungi dan didoakan.

  2. Lakukan evaluasi bersama dari hasil pelayanan ini. Tiap kelompok melaporkan kegiatan mereka dan rencana tindak lanjutnya. Setelah itu, pengurus melaporkan ke pihak gereja.

  3. Di program berikutnya, lakukan kerja sama dengan rumah sakit yang berbeda dari rumah sakit sebelumnya.

Yang harus diperhatikan jika kita ingin mengikutsertakan anak dalam pelayanan ini adalah menanyakan ketentuan rumah sakit mengenai usia anak yang boleh masuk ke ruang pasien. Sebaiknya juga, hanya anak yang sudah berusia sebelas tahun ke atas yang diajak terlibat dalam pelayanan ini. Karena anak yang lebih kecil lebih rentan terhadap penularan penyakit.

Selamat melakukan pelayanan di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: