Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Mengajar Anak Mengucap Syukur

Posted on: November 6, 2007

Mungkin anak-anak menganggap bahwa satu-satunya cara untuk bersyukur adalah dengan berdoa. Berikut ini hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengajak anak bersyukur setiap saat setiap waktu dalam hidup mereka.

  1. Belajar Mengucap Syukur melalui Cerita Alkitab

    Alkitab merupakan sumber yang sangat lengkap untuk mengajarkan anak mengenai ucapan syukur. Cerita-cerita berikut ini merupakan contoh yang tepat untuk memulai pengajaran Anda.

    1. Anak-anak dapat melihat bagaimana Allah begitu luar biasa menciptakan isi dunia ini. Ceritakan pada anak-anak bagaimana Allah menciptakan dunia ini dengan begitu rapi sehingga mereka dapat hidup dalam dunia yang indah ini dan menikmati apa yang telah Allah ciptakan untuk mereka. (Kejadian 1)
    2. Mengucap syukur untuk hal-hal kecil dapat membuat anak-anak belajar bahwa hal itu juga dapat membawa sesuatu yang lebih besar dalam hidup mereka. Cerita mengenai Tuhan Yesus yang mengucap syukur untuk 5 roti dan 2 ikan sehingga dapat memberi makan 5.000 orang dapat menjadi berkat bagi anak-anak dalam hal mengucap syukur. (Yohanes 6:1-15)
    3. Perintah Tuhan harus kita taati agar hidup bisa penuh dengan sukacita. Bersyukur merupakan perintah Tuhan yang harus selalu kita lakukan. Ketaatan akan perintah Tuhan merupakan hal yang menyenangkan hati Allah. Anak-anak dapat belajar bahwa dengan mengucap syukur, mereka berarti sedang mentaati perintah Tuhan dan itu akan menyenangkan hati Tuhan. (1Tesalonika 5:18)
  2. Belajar Mengucap Syukur melalui Kegiatan Keterampilan di Kelas

    Saat kegiatan di kelas Sekolah Minggu Anda diisi dengan keterampilan, gunakanlah kesempatan itu untuk mengajarkan tentang ucapan syukur kepada anak. Ketika anak sedang sibuk bekerja (memotong, menggambar, melukis, dll.) katakanlah, “Lihat, bagus betul karya yang dihasilkan tangan kalian! Wah, Allah telah membuat tanganmu memiliki jari-jari, jadi kamu dapat memegang gunting. Nah, selain memegang gunting apalagi manfaat jari- jarimu? Yuk, kita mengucapkan terima kasih saat ini atas jari- jari yang kamu miliki. Sama-sama kita berkata, `Terima kasih Allah, untuk jari-jariku.`”

  3. Belajar Mengucap Syukur dengan Menghitung Berkat Allah

    Jangan biasakan anak menjalani kehidupannya sepanjang hari tanpa sesuatu yang dapat mereka pelajari tentang Allah. Anak-anak yang tidak pernah melihat pekerjaan Allah dalam hidupnya, akan menjadi anak yang tidak bisa mengucap syukur. Ajak mereka menghitung berkat Allah dalam hidup mereka paling tidak dalam kelas Sekolah Minggu setiap seminggu sekali. Kegiatan ini bisa Anda buka dengan bertanya, “Sepanjang minggu ini, apa yang sudah membuatmu begitu senang dan bahagia sekali?” Anak-anak biasanya suka dengan pertanyaan pancingan seperti ini dan akan berusaha mengingat atau menyebutkan semua hal-hal yang begitu berkesan bagi mereka paling tidak sepanjang satu minggu. Ketika mereka sudah menyebutkan seluruh daftarnya, mulailah masuk ke dalam pengajaran Anda mengenai ucapan syukur. Sebutkan lagi beberapa yang sudah disebutkan anak-anak tadi. Tekankan, semua yang sudah membuat mereka bahagia itu bukanlah karena kebetulan atau karena usaha manusia, tetapi karena itu adalah berkat Tuhan, jadi bersyukurlah kepada Tuhan.

  4. Belajar Mengucap Syukur melalui Perayaan Ulang Tahun

    Anak harus diajarkan mengucap syukur akan dirinya. Tuhan telah membentuk mereka dalam kandungan ibu mereka dan memberikan hidup kepada mereka. Kejadian mereka dalam dunia ini harus selalu disyukuri. Setiap satu bulan sekali, adakan perayaan ulang tahun untuk anak yang berulang tahun bulan itu. Tujuan perayaan ini adalah mengingatkan mereka tentang kasih Tuhan dalam hidupnya dengan cara memberi kesempatan anak yang berulang tahun itu untuk mengungkapkan ucapan syukur mereka. Rayakan dengan sederhana tetapi penuh ucapan syukur. Beri kesempatan pula kepada teman- teman yang tidak berulang tahun untuk bersyukur akan teman mereka yang berulang tahun bulan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: