Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Meningkatkan Minat Baca ASM

Posted on: Oktober 27, 2007

Bacaan-bacaan umum semakin menjamur dan amat menarik perhatian anak. Tentunya sebagai guru sekolah minggu kita tidak ingin anak-anak layan kita lebih banyak mengonsumsi bacaan-bacaan tersebut, apalagi jika bacaan tersebut tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi mereka. Tetapi kita juga tidak dapat membatasi minat baca anak hanya karena takut anak mendapatkan bacaan yang tidak baik. Tetap tumbuhkan minat baca mereka, tetapi arahkan untuk membaca hal-hal yang lebih positif, khususnya bacaan-bacaan rohani. Bagaimana sekolah minggu bisa mebangkitkan minat baca anak terhadap buku-buku rohani?

  1. Sekecil apa pun sekolah minggu Anda, usahakan untuk memiliki perpustakaan. Keberadaan perpustakaan menjadi penting untuk memperlihatkan kepada anak kepedulian sekolah minggu atau gereja terhadap minat baca mereka dan untuk mengarahkan mereka kepada bacaan-bacaan rohani. Untuk membuka perpustakaan sekolah minggu, silakan akses artikel “Memulai Perpustakaan di SM” di situs PEPAK dengan alamat URL:
    ==> http://pepak.sabda.org/pustaka/050947/
  2. Buat program membaca di sekolah minggu Anda. Dalam program tersebut setiap bulan atau dua minggu sekali anak-anak diwajibkan membaca buku rohani apa saja (komik, cerpen, dongeng, buku renungan, dan lain-lain.) Pada tanggal yang telah ditentukan, minta mereka mengumpulkan laporan. Laporan bacaan dapat berisi data mengenai judul buku, pengarang, alasan mereka memilih buku tersebut, inti cerita, dan pelajaran rohani dari buku tersebut.
  3. Anda dapat membagi anak-anak dalam beberapa kelompok kecil. Satu kelompok bisa terdiri dari tiga anak. Hasil dari laporan bacaan dapat juga dibagikan (sharing) kepada teman-teman mereka dalam kelompok. Kegiatan ini bisa dilakukan sebagai satu variasi mengajar.
  4. Untuk anak kelas kecil yang belum bisa membaca, Anda dapat menumbuhkan minat baca anak terhadap buku rohani dengan cara sesekali membacakan sebuah cerita dari buku. Perlihatkan kepada mereka buku yang Anda pakai untuk bercerita. Tunjukkan pula gambar-gambar yang ada dalam buku tersebut. Pilih buku cerita yang tidak terlalu banyak kata-katanya dan memiliki gambar yang benar-benar melukiskan cerita yang sedang disampaikan. Dengan cara ini, Anda sekaligus menjadikan buku sebagai alat peraga dalam mengajar.
  5. Bekerjasamalah dengan orang tua murid. Dalam pertemuan-pertemuan khusus, misalnya dalam kunjungan, Anda dapat menekankan pentingnya mengarahkan minat baca anak, tidak hanya untuk buku-buku umum, tetapi juga dalam hal bacaan rohani. Orang tua dapat mulai membimbing anak mereka membaca buku rohani dengan buku-buku renungan harian untuk anak.
  6. Jika di sekolah minggu Anda ada pembagian hadiah untuk acara-acara tertentu, sebisa mungkin jadikan buku bacaan sebagai hadiah untuk anak-anak sekolah minggu Anda.
  7. Para guru yang rindu memiliki murid-murid yang memiliki minat besar dalam membaca bacaan rohani harus juga memiliki ketertarikan yang besar untuk membaca buku-buku rohani. Sebelum kita meminta murid melakukan sesuatu yang baik, terlebih dahulu lakukanlah hal tersebut.

Buku-buku umum amat menarik perhatian anak. Tetapi itu bukan alasan bagi para pelayan anak untuk patah semangat dalam meningkatkan minat baca anak terhadap buku rohani. Semangat dan teladan dari para pendidik dapat menjadi awal yang baik. Milikilah pula minat baca yang tinggi akan buku-buku rohani. Jika minat baca guru kurang, apalagi anak-anak yang dididiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: