Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

GSM: Menjadi Teladan Rohani

Posted on: Oktober 27, 2007

Anak sekolah Minggu pasti akan merasa senang melihat guru mereka bersikap baik, murah senyum, dan sikap-sikap baik lainnya. Sikap- sikap yang tampak itu memang dapat menjadi awal yang baik untuk menjalankan peran kita sebagai seorang teladan bagi setiap murid. Namun, apakah ada hal yang lebih dalam lagi selain sikap lahiriah yang dapat kita tunjukkan kepada anak-anak sekolah Minggu? Bagaimana kita bisa menjadi teladan yang sejati untuk meletakkan dasar pertumbuhan rohani yang sesungguhnya bagi iman anak-anak yang kita layani?

Teladan rohani! Itulah yang harus dinyatakan kepada anak-anak layan agar hidup mereka pun menjadi hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Lalu bagaimana kita bisa menjadi teladan rohani bagi anak-anak tersebut?

  1. Memiliki perkataan dan kehidupan yang sesuai dengan firman dan cara Allah.

    Secara tidak langsung seorang guru sekolah Minggu bisa menjadi gambar yang menunjukkan kepada anak-anak tentang siapa Allah itu. Oleh karena itu, usahakanlah memiliki hidup yang benar-benar mewakili semua yang Yesus lakukan dengan meneladani semua yang sudah Dia lakukan. Bila guru sekolah Minggu suka mengkritik, anak bisa menangkap bahwa Allah juga suka mengkritik. Bila saya mengasihi, Allah tentu juga mengasihi. Biasakanlah untuk mengutip ayat-ayat Alkitab pada saat berbicara dengan anak.

    Jika kita sudah berkomitmen untuk melayani Dia di sekolah Minggu, itu berarti kita juga harus berkomitmen penuh untuk hidup sesuai dengan teladan dari Sang Guru Agung. Mungkin sulit dan untuk itu kita sendiri butuh pergumulan rohani. Tetapi kuasa Roh Kudus pasti akan menguatkan kita untuk menjalani komitmen itu. Yesus telah memberikan teladan; itu berarti para pelayan anak pasti mampu meneladani-Nya.

  2. Memiliki kehidupan bergereja yang benar.

    Sekolah Minggu adalah dasar gereja masa depan. Oleh karena itu, sekolah Minggu harus menjadi kelas persiapan para pemimpin gereja di masa depan. Jika kita belum memiliki kehidupan bergereja yang benar, pasti kita tidak akan memberi teladan apa-apa kepada para penerus gereja tersebut. Pastikan mereka melihat arti bergereja itu dalam diri Anda.

    Teladan yang dapat kita berikan antara lain dengan sering membagikan berkat rohani yang Anda terima dalam gereja. Hubungan dengan sesama rekan pelayanan menunjukkan bagaimana seharusnya anggota keluarga Allah itu berhubungan. Karena gereja adalah komunitas keluarga Allah, mendoakan gereja Anda ketika berada dalam kelas akan membuat mereka ikut melakukannya juga. Melalui kunjungan, kita juga dapat menumbuhkan persahabatan antara anak dan keluarganya untuk kemudian mencari dan memenangkan keluarga- keluarga yang belum bergereja bagi Kristus dan gereja.

  3. Menerapkan terlebih dahulu pelajaran yang akan kita sampaikan.

    Tujuan kita mengajar tentunya agar anak-anak mengenal firman Allah dan melakukannya dalam hidup mereka sehari-hari. Kita tidak dapat menuntut anak-anak melakukan hal itu kalau kita sama sekali tidak menjadi teladan dalam melakukan apa yang kita sampaikan kepada mereka. Jika Anda mengajarkan tentang mengampuni, itu berarti anak-anak dapat melihat hal itu dalam diri Anda. Begitu juga jika Anda mengajarkan tentang memberikan persembahan, pastikan anak-anak tahu bahwa Anda memiliki disiplin rohani yang baik mengenai persembahan kepada Tuhan.

Menjadi teladan memang bukan hal yang mudah. Tetapi kita pasti mampu jika kita hidup di dalam pimpinan Roh Kudus yang memberikan kekuatan pada Anda. Terutama jika Anda ingin anak-anak melihat dan mengenal Yesus melalui Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: