Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Posts Tagged ‘Anak Sekolah Minggu

“Mari kita berdoa!” rekanku mengucapkan kata itu dengan lantangnya di depan murid-muridku yang sudah siap sedia mengikuti ibadah di kelas sekolah minggunya yang mungil.

Aku sudah siap-siap menutup mata pula saat aku terpancing dengan gerakan cepat seorang bocah kecil yang langsung menutup seluruh wajahnya dengan tangan mungilnya. Jari-jarinya tidak rapat dan kulihat bola matanya bergulir ke sana kemari dari sela-sela jemarinya. Aku berdiri agak jauh dari mereka dan leluasa mengawasi mereka. Ada lagi yang terang-terangan mendongakkan kepalanya ke atas, dengan mata terbuka, seolah-olah di langit-langit kelas yang hanya tergantung satu alat penerang itu ada banyak benda yang menarik. Wah lebih parah lagi, ada anak yang saling berpandangan dari balik jemarinya dan saling menuding, seolah berkata, “Ayo, kamu gak berdoa ya …!”

Baca entri selengkapnya »

Di tengah gegap gempita tepuk tangan anak-anak sekolah Minggu, aku melayangkan pandangan mataku ke ruangan kelas sambil memegang pena dan sebuah buku absen. Saat pena yang kupegang membubuhkan satu tanda silang pada sebuah nama, aku langsung tertegun. Empat tanda silang yang berurutan telah menandai sebuah nama. Itu berarti, sudah empat minggu berturut-turut dia tidak datang ke sekolah Minggu.

Namanya Budi. Anak lelaki yatim yang tidak bisa dikatakan hidup berbahagia. Tubuhnya kurus, pendek, dan ia masih duduk di kelas 5 SD, padahal seharusnya dia sudah duduk di bangku SMP. Rumahnya tidak terlalu jauh dari tempat di mana kami mengadakan sekolah Minggu. Bisa dikatakan dia adalah anak yang paling tidak menyenangkan bila dipandang mata, setidaknya untuk mataku.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.