<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya</title>
	<atom:link href="http://yesuscintaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yesuscintaku.wordpress.com</link>
	<description>Catatan dari Guru-Guru Kecilku</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jun 2011 01:45:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yesuscintaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yesuscintaku.wordpress.com/osd.xml" title="Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yesuscintaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Anak-Anak Itu</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2011/06/13/anak-anak-itu/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2011/06/13/anak-anak-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 06:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekotak Krayon]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Urat leherku seakan-akan hendak putus karena harus berteriak di tengah ruangan yang amat luas dengan anak-anak yang berlari-lari berkejar-kejaran. Satu minggu yang lalu aku masih sibuk melatih anak-anak mungil itu untuk mengambil bagian dalam acara perayaan Natal di gerejaku. Saat terbersit ide untuk memasukkan anak-anak berbagian dalam pelayanan Natal. Mulai dari singer, penari tamborin, pembaca [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=43&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Urat leherku seakan-akan hendak putus karena harus berteriak di tengah ruangan yang amat luas dengan anak-anak yang berlari-lari berkejar-kejaran. Satu minggu yang lalu aku masih sibuk melatih anak-anak mungil itu untuk mengambil bagian dalam acara perayaan Natal di gerejaku.</p>
<p>Saat terbersit ide untuk memasukkan anak-anak berbagian dalam pelayanan Natal. Mulai dari singer, penari tamborin, pembaca berita Natal, sampai dengan pembawa lilin Natal, sempat ada rasa ragu. Waktu latihan hanya satu minggu, sedangkan melatih mereka pasti tidak bisa selancar melatih orang-orang dewasa. Namun, kerinduan untuk mengajak mereka melayani melalui perayaan Natal kali ini mengalahkan rasa ragu. Benar saja, seperti yang sudah kusebutkan di atas. Anak-anak pembawa lilin yang berusia 3 &#8211; 6 tahun tidak dapat langsung berbaris rapi ketika giliran mereka tiba untuk dilatih. Aku harus ikut berkejaran dulu dengan mereka, menangkap tangan mereka satu per satu, meletakkan mereka di barisannya, dan mengeluarkan suara yang super keras agar panduanku dapat terdengar di tengah iringan musik yang volumenya mengalahkan suaraku. Kadang, saat aku mendapatkan satu anak untuk diletakkan di barisannya, anak yang sudah lebih dahulu ada di barisannya sudah hilang lagi. Huhh &#8230; frustrasi rasanya.</p>
<p><span id="more-43"></span></p>
<p>Meski frustrasi dan rasanya penat, tetapi aku dan GSM yang lain tidak berniat membatalkan mereka menjadi pembawa lilin Natal. Kami yakin, mereka juga akan belajar hal yang indah di masa Natal tahun ini, melalui pelayanan yang mereka berikan. Lagipula, memang begitulah anak-anak, bukan? Tidak dapat diam, seakan-akan punya energi lebih yang tidak pernah berkurang. Entah bagaimana mereka mengisi ulang baterai mereka, karena sepertinya mereka selalu punya baterai cadangan yang banyakkk sekaliii &#8230;.</p>
<p>Ketika hari H tiba. Tujuh pembawa lilin Natal yang sudah gladi resik sehari sebelumnya &#8212; gladi resik yang membuatku memutuskan untuk menyiapkan &#8220;pemain cadangan&#8221; kalau-kalau anak-anak itu tidak ada di tempatnya saat mereka harus maju membawa lilin-lilin itu di tangan mereka &#8212; terlihat begitu manis. Senyum mereka merekah dengan baju baru.</p>
<p>Mereka berlari ke arahku sambil menarik-narik tanganku sesaat sebelum acara dimulai. &#8220;Kak, kak &#8230; lilinku mana? Kak, kak, bajuku baru loh &#8230;. Kak, kak, kapan bawa lilinnya &#8230;.&#8221;</p>
<p>Kutaruh jari telunjukku di depan bibirku, meminta mereka tenang sejenak. Walau aku tak yakin mereka akan tenang. Namun, ternyata mereka menurut &#8230;. Mereka tenang sambil memandang dalam-dalam kepadaku. Hmmm &#8230; pemandangan yang tidak pernah aku jumpai selama 1 minggu ini.</p>
<p>Aku mengambil lilin-lilin putih besar dalam tas plastik yang ada di tangan kiriku. Kubagikan semuanya kepada tujuh pembawa lilin yang hari itu tampak seperti peri-peri kecil. Setelah itu aku minta mereka duduk di bangku yang sudah kusiapkan agar dengan mudah aku dapat mengatur barisan mereka saat waktu penyalaan lilin tiba. Tadinya, aku menyiapkan kursi untuk mereka dengan penuh keraguan, akankah mereka akan ada di situ saat waktunya tiba? Namun, tanpa dikomando dua kali, mereka duduk di kursi ini sesuai urutan barisan mereka selama latihan. Dengan lilin putih besar di tangan mereka yang dipegang erat-erat, seoalah-olah berkata, &#8220;aku siap melayani-Mu Tuhan, dengan sungguh-sungguh.&#8221;</p>
<p>Ketika waktu penyalaan lilin tiba, mereka pun berbaris dengan rapi, berjalan perlahan dari arah belakang menuju panggung.</p>
<p>Woww, Tuhan, lihatlah, aku sudah tidak percaya akan kekuatan-Mu. Aku merasa anak-anak tidak akan dapat melakukan tugas pelayanan ini dengan baik. Namun, saat waktunya tiba, Engkau sendiri, Tuhan &#8230; bekerja dalam diri anak-anak ini. Lihatlah, mereka begitu rapi, anggun, sungguh-sungguh, dan memesona ketika melaksanakan tugas mereka. Anak-anak yang berusia 3 &#8212; 6 tahun itu berjalan dengan lilin di tangan mereka.</p>
<p>Melihat itu, aku merasa Tuhan berkata kepadaku, &#8220;Anak-anak ini dapat Ku pakai juga sesuai kehendak-Ku menjadi penerang di tengah kegelapan dunia.&#8221;</p>
<p>Sampai sekarang, jika kuingat hamba-hamba Tuhan kecil itu, tidak dapat kutahan rasa haru. Rasa haru bukan karena aku berhasil melatih mereka, karena terbukti aku tidak berhasil, sampai gladi resik pun mereka  tidak dapat mengikuti instruksiku. Tapi haru, karena Tuhan memberikan pelajaran indah bagiku. Dia yang menentukan siapa yang siap melayani Dia. Dia yang melengkapi dan menyempurnakan segala sesuatu untuk  hormat dan kemuliaan nama-Nya. Terima kasih Tuhan untuk hadiah Natal ini. Peri-peri kecil itu tidak pernah Engkau biarkan tidak memberi pelajaran-pelajaran indah kepadaku.</p>
<p>Ketika anak-anak itu selesai melakukan pelayanan mereka, berlarilah mereka kepadaku, mengacungkan lilin-lilin yang sudah dimatikan apinya dan bertanya, &#8220;Kak &#8230; lilinnya boleh kuminta, ya.&#8221; Saat aku mengatakan ya, mereka bersorak, &#8220;Horeeeeeee &#8230;.&#8221; sambil memelukku.</p>
<p>Saat aku memeluk pembawa lilin yang paling kecil, aku merasakan tingginya suhu panas tubuhnya. Ya ampun! Ternyata, dia sedang sakit. Kembali, tak dapat kutahan rasa haruku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=43&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2011/06/13/anak-anak-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Anak: Sebuah Keajaiban</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/12/dunia-anak-sebuah-keajaiban/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/12/dunia-anak-sebuah-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Apr 2008 01:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ada Apa dengan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Aku bersyukur kepada Allah yang menempatkan anak-anak di sekelilingku, sehingga aku semakin mengenal betapa uniknya Allah menciptakan mereka. Mereka belajar secara alami dari apa yang mereka lihat, pegang, dengar, makan, atau yang mereka cium. Ika, 3 tahun. Dia menuangkan seluruh serbuk sabun cuci di wajan penggorengan mamanya, yang masih penuh dengan minyak goreng. Saat dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=41&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Aku bersyukur kepada Allah yang menempatkan anak-anak di sekelilingku, sehingga aku semakin mengenal betapa uniknya Allah menciptakan mereka. <span>Mereka belajar secara alami dari apa yang mereka lihat, pegang, dengar, makan, atau yang mereka cium. </span><span id="more-41"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ika, 3 tahun. Dia menuangkan seluruh serbuk sabun cuci di wajan penggorengan mamanya, yang masih penuh dengan minyak goreng. Saat dia sedang asyik berkesperimen, tiba-tiba mamanya datang dengan teriakan keras dan lantas menyeretnya dari depan wajan yang sudah berbusa itu. Cika hanya bisa menangis. Dia menangis bukan karena sebal dimarahi, tetapi menangis karena tidak bisa menjelaskan bahwa dia melakukan itu, hanya karena sabun itu yang ada didekatnya untuk ditaruh di wajan. Dia pikir apa saja bisa dimasukkan ke wajan itu untuk dimasak.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Ian, 3 tahun. Dia mengambil sapu lidi dan menyapu, atau lebih tepatnya mengobrak-abrik semua sampah yang ditaruh ibunya di depan pintu gerbang agar mudah diambil pengambil sampah. Ibunya memarahinya dan mengatakan, “Nakal sekali kamu!” Padahal, mungkin dia melakukan itu karena merasa dia sedang membantu ibunya menyapu sampah-sampah yang baginya masih berserakan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dani, 6 tahun, memotongi sol sepatu dan sandal jepit yang ada di rumah untuk membuat mobil-mobilan.<span> </span>Mamanya histeris karena sepatu kesayangannya pun tidak luput dari gunting si Daniel. Sang Mama memilih meratapi sepatunya daripada memuji karya original si Daniel, sebuah mobil dari sol sepatu dan karet sendak jepit.</span></p>
<p class="MsoNormal">Vivi, 7 tahun, membongkar seluruh lemari mamanya untuk memadumadankan baju-baju mamanya di badannya. Tidak lupa juga mengoleskan tebal-tebal seluruh make up mamanya di wajahnya. Mamanya<span> </span>berkacak pinggang melihat itu. Padahal Vivi melakukan itu karena kagum kepada mamanya yang selalu cantik menggunakan seluruh baju dan make up itu. Dia juga ingin cantik dan terlihat dewasa seperti mamanya.</p>
<p class="MsoNormal">Didi, 4 tahun, bertanya kepada mamanya, “Ma, kenapa sih bapak-bapak itu tidurnya sama ibu-ibu?” Mamanya menjawab dengan sekenanya, “Ya, karena ngantuk!”</p>
<p class="MsoNormal">Itu baru yang aku lihat dan aku dengar dari pengalaman bocah-bocah yang ada di sekelilingku. Mereka belajar dengan cara mereka sendiri. Sebagian besar yang mereka lakukan adalah karena meniru apa yang orang tua atau orang yang ada di dekatnya lakukan. So, kalau mereka kelihatan begitu nakal, jangan buru-buru marah. Karena toh dia hanya meniru, atau pada dasarnya mungkin dia ingin menolong dengan caranya, dia ingin menyatakan kekagumannya, dia ingin membantu, atau membuat Anda kagum or senang. Sulit menebaknya memang. Tetapi dengan itulah mereka belajar banyak hal dalam hidup.</p>
<p class="MsoNormal">Bagiku, anak-anak tetap merupakan keajaiban!</p>
<p class="MsoNormal">Dapat dilihat juga di <a title="SABDA Space" href="http://www.sabdaspace.org/dunia_anak_sebuah_keajaiban" target="_blank">SABDA Space</a></p>
<p class="MsoNormal">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=41&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/12/dunia-anak-sebuah-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip Pelayan Anak dalam Markus 10:13-16</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/09/prinsip-pelayan-anak-dalam-markus-1013-16/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/09/prinsip-pelayan-anak-dalam-markus-1013-16/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 00:49:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Alkitab banyak tuntunan yang Allah berikan kepada setiap orang tua tentang bagaimana mendidik dan melayani seorang anak. Salah satunya adalah melalui teladan Tuhan Yesus sendiri. Berikut beberapa prinsip bagi seorang pelayan anak dalam mengemban tugas pelayanannya, berdasarkan teladan Yesus yang diambil dari Markus 10:13-16. 1. Dikenal sebagai orang yang ramah dan terbuka untuk anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=40&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Alkitab banyak tuntunan yang Allah berikan kepada setiap orang tua tentang bagaimana mendidik dan melayani seorang anak. Salah satunya adalah melalui teladan Tuhan Yesus sendiri.</p>
<p>Berikut beberapa prinsip bagi seorang pelayan anak dalam mengemban tugas pelayanannya, berdasarkan teladan Yesus yang diambil dari Markus 10:13-16. <span id="more-40"></span></p>
<p>1. Dikenal sebagai orang yang ramah dan terbuka untuk anak-anak (Ayat 13)<br />
&#8220;Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia<br />
menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang<br />
itu.&#8221;</p>
<p>Jika orang-orang itu tidak mengenal Yesus sebagai seorang yang ramah, terbuka, mau menerima siapa saja, termasuk anak mereka, pastinya mereka tidak akan membawa anak-anak mereka kepada Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus pasti menerima anak mereka. Mereka memercayakan anak mereka kepada Yesus untuk didoakan.</p>
<p>Hendaknya seorang pelayan anak memiliki sikap itu. Dikenal sebagai orang yang dekat dengan anak-anak, selalu membuka tangan untuk mereka, dan mau direpotkan oleh segala tingkah laku anak-anak. Orang tua pun akan merasa aman memercayakan anak-anak-Nya kepada seorang pelayan anak yang pasti akan menyambut anak mereka dengan sukacita.</p>
<p>2. Tidak menghalang-halangi anak datang kepada Allah (ayat 14)<br />
&#8220;Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:<br />
&#8220;Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi<br />
mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan<br />
Allah.&#8221;</p>
<p>Yesus memarahi para murid-Nya yang telah menghalangi anak-anak itu datang kepada-Nya. Walaupun anak-anak itu masih kecil dan mungkin belum menyadari maksud orang tua mereka membawa mereka kepada Yesus, tetapi Yesus tetap menghargai jiwa setiap anak-anak itu.</p>
<p>Sama seperti orang dewasa yang saat itu mengelilinginya, anak-anak juga mendapat kesempatan yang sama untuk datang kepada-Nya. Bahkan Dia menyiratkan, hanya dengan menjadi seperti anak kecil itulah seseorang dapat masuk Kerajaan Allah.</p>
<p>Jadilah seorang pelayan anak yang tidak menghalang-halangi seorang anak pun datang kepada Yesus. Caranya?<br />
- Sambutlah semua anak yang Tuhan percayakan untuk Anda layani dengan hati yang penuh kasih.<br />
- Miliki beban untuk mengenalkan Kristus kepada mereka.<br />
- Pakai setiap kesempatan bersama mereka untuk membawa mereka kepada Kristus.<br />
- Bersungguh-sungguh melakukan tugas pelayanan kita dan tidak menganggap pelayanan anak sebagai prioritas pelayanan yang tidak penting.</p>
<p>3. Mau terlibat secara pribadi dan secara total dalam hidup setiap anak (Ayat 16)<br />
&#8220;Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya<br />
atas mereka Ia memberkati mereka.&#8221;</p>
<p>Yesus tidak hanya menjamah anak-anak itu seperti yang telah diminta orang tua mereka. Dia bahkan memeluk setiap anak. Arti pelukan bagi seorang anak, bahkan bagi seluruh manusia itu amat dalam. Dalam sebuah pelukan pastinya melibatkan perasaan secara pribadi. Saat Yesus memeluk anak-anak itu ada keterlibatan secara pribadi antara Yesus dan anak-anak itu. Bagi seorang anak pelukan itu amat berarti karena mendatangkan rasa aman, rasa diterima, rasa dihargai, dan rasa dicintai. Yesus memberikan itu kepada mereka. Tidak itu saja, Yesus juga meletakkan tangan atas anak-anak itu lalu memberkati mereka. Ya, Yesus mendoakan mereka bahkan memberkati mereka. Dia memberikan semua itu dengan total, tanpa membedakan satu anak dengan yang lainnya.</p>
<p>Jadilah seperti Yesus, tidak sekedar hanya menerima tugas pelayanan gereja sebagai seorang pelayan anak, tetapi terlibat secara total dalam hidup pribadi maupun rohani setiap anak. Jangan menciptakan jarak dengan anak-anak layan kita. Rangkul, sentuh, dan doakan mereka. Bukan hanya saat kita berdiri di depan kelas, tetapi dalam setiap kesempatan bersama dengan mereka.</p>
<p>Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan!</p>
<p>Dapan dibaca pula di: <a href="http://www.in-christ.net/prinsip_pelayan_anak_dalam_markus_10_13_16" target="_blank">http://www.in-christ.net/prinsip_pelayan_anak_dalam_markus_10_13_16</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=40&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/04/09/prinsip-pelayan-anak-dalam-markus-1013-16/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Minggu: Tempat Anak Mengenal Kristus</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/01/23/sekolah-minggu-tempat-anak-mengenal-kristus/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/01/23/sekolah-minggu-tempat-anak-mengenal-kristus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 07:56:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Sekolah Minggu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/01/23/sekolah-minggu-tempat-anak-mengenal-kristus/</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki sebuah gereja saya sangat tertegun. Begitu banyak anak-anak yang juga duduk manis bersama dengan orang tuanya. Sementara tidak jauh dari gedung gereja, segelintir anak sedang bernyanyi riang bersama dengan guru sekolah minggu mereka. Apa yang sedang dilakukan anak-anak ini disini? Ibadah yang seharusnya saya ikuti dengan penuh hikmat kali itu benar-benar terusik melihat anak-anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=39&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasuki sebuah gereja saya sangat tertegun. Begitu banyak anak-anak yang juga duduk manis bersama dengan orang tuanya. Sementara tidak jauh dari gedung gereja, segelintir anak sedang bernyanyi riang bersama dengan guru sekolah minggu mereka. Apa yang sedang dilakukan anak-anak ini disini? <span id="more-39"></span></p>
<p>Ibadah yang seharusnya saya ikuti dengan penuh hikmat kali itu benar-benar terusik melihat anak-anak itu. Mengapa mereka tidak berada bersama teman-temannya yang lain mengikuti ibadah sekolah minggu? Apakah memang mereka diberi pilihan untuk mengikuti ibadah sekolah minggu atau tidak? Terlepas dari pilihan, seorang anak yang orang tuanya Kristen seharusnya tidak memberikan pilihan itu kepada mereka. Anak HARUS dibawa kepada Tuhan sejak mereka dini. Ya, mereka memang berada di gereja bersama dengan orang tuanya, akan tetapi apakah makanan yang diberikan sang pendeta kepada mereka dapat mereka cerna dengan baik dan dapat membantu mereka dalam pertumbuhan rohaninya?</p>
<p>Yesus mengenalkan akan kasih Tuhan kepada anak-anak dengan<br />
menggendong, memeluk, dan meletakkan tangan di atas kepala mereka. Dengan cara seperti itulah anak harus dibawa kepada Tuhan, bukannya dibatasi jarak antara mimbar dan tempat duduk mereka di dalam gereja. Dalam sekolah minggu, sang guru yang benar-benar memiliki hati yang penuh kasih akan melakukan hal yang sama dengan Yesus. Sembari menceritakan kisah-kisah iman dalam Alkitab, sang guru akan membelai mereka, menyentuh tanpa membeda-bedakan, menggendong mereka yang membutuhkan pertolongan, dan meletakkan tangan di atas kepala anak-anak itu.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan anak-anak yang hanya selalu ada dalam gereja tiap minggunya? Duduk bersama orang tuanya dan akhirnya gelisah saat firman Tuhan disampaikan. Ketika mereka menarik perhatian orang tuanya  karena merasa tidak nyaman, mereka dicap sebagai anak nakal? Bawalah anak-anak mengikuti ibadah sekolah minggu, karena disitulah gereja dapat membawa mereka mengenal Kristus, tanpa aturan mengikat yang ditetapkan oleh orang dewasa. Seperti murid-murid yang melarang anak-anak kecil itu mendekat dan mengganggu Yesus yang sedang berbicara.</p>
<p>Apapun keberatan orang tua atau bahkan jika memang si anak yang tidak mau berkumpul bersama teman-teman kecilnya, gereja bertugas memberi pengertian kepada mereka dan dengan pertolongan Tuhan yang begitu mengasihi anak-anak ini, kita pasti mampu melakukannya.</p>
<p>Lihat juga di <a href="http://www.in-christ.net/sekolah_minggu_bawa_anak_anak_kepada_tuhan">sini</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=39&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2008/01/23/sekolah-minggu-tempat-anak-mengenal-kristus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guru Sekolah Minggu, JAIM?</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/27/guru-sekolah-minggu-jaim/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/27/guru-sekolah-minggu-jaim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 16:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekotak Krayon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/27/guru-sekolah-minggu-jaim/</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini saya sedang menerawang masa kecil saya. Khususnya waktu masih jadi penghuni kelas sekolah Minggu. Saat saya melihat guru saya mengajar, betapa kagumnya saya saat itu melihat mereka. Begitu baik, manis, dan suka senyum. Wah mereka pasti suci sekali ya &#8230;. Sekarang saya sudah selesai menerawang. Saya berdiri sebagai guru sekolah Minggu saat ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=38&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini saya sedang menerawang masa kecil saya. Khususnya waktu masih jadi penghuni kelas sekolah Minggu. Saat saya melihat guru saya mengajar, betapa kagumnya saya saat itu melihat mereka. Begitu baik, manis, dan suka senyum. Wah mereka pasti suci sekali ya &#8230;. <span id="more-38"></span></p>
<p>Sekarang saya sudah selesai menerawang. Saya berdiri sebagai guru sekolah Minggu saat ini. Ternyata bersikap manis, baik, ramah, di hadapan anak-anak bukan hal yang mudah saat melihat mereka atau seorang anak dengan cueknya menimbulkan huru-hara. Atau dengan santainya tidak memperhatikan perkataan saya. Ingin marah? Itu bisa membuat saya mempunyai imej buruk di hadapan mereka. Masa sih guru sekolah Minggu GALAK? Wah &#8230; berarti saya harus JAIM di hadapan mereka. Wahh &#8230; wah &#8230; wahh &#8230;. lagi, itu bukan sifat saya &#8230;.</p>
<p>Benarkah guru sekolah Minggu harus selalu baik-baik saja di hadapan anak-anak? Ya, memang &#8230; itu harus &#8230;. Tetapi apakah kita harus JAIM untuk bisa baik-baik saja di hadapan mereka yang harusnya dididik untuk disiplin itu? Tidak, itu tidak harus &#8230;.</p>
<p>So &#8230; what can I do?</p>
<p>Setelah merenung beberapa hari, minggu, bahkan bulan &#8230;. saya bisa melakukan sesuatu &#8230; paling tidak ampuh untuk diri saya sendiri dan membuat saya bisa baik-baik saja di hadapan anak-anak tanpa harus JAIM!</p>
<p>Jika anak-anak itu dengan cueknya menciptakan perang kecil di dalam kelas yang saya, lebih baik saya langsung diam dan mengerem laju bibir saya untuk berbicara. Setelah sadar saya terdiam, biasanya teman-teman kecil si pembuat huru-hara itu akan berbisik-bisik, &#8220;sstt &#8230; sstt &#8230; sstt &#8230;.&#8221; Harapan saya sih dia akan menghentikan action nya itu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Berhasilkah?</p>
<p>Ya, berhasil, tetapi hanya 3 minggu saja. Hiks &#8230; hikss &#8230; hikss &#8230;. Saya putar otak lagi dan tentunya dengan pijakan doa.</p>
<p>AHA! Saat para kapten perang kembali mengumumkan peperangan dengan bahasa tubuhnya, dengan gerak cepat saya langsung menyebutkan namanya. Tidak dengan suara manis tapi juga tidak dengan emosi membara. Di depan teman-temannya, dengan resmi saya meminta dia atau mereka menjadi asisten saya.</p>
<p>Mendengar posisi asiten ditawarkan, ada raut bangga di wajahnya. Eh &#8230; sekarang malah mereka yang JAIM di hadapan teman-temannya. Job description yang saya tawarkan adalah sebagai asisten keamanan dan ketertiban kelas. Tiap minggu sang assisten akan berdasarkan penilaian sang asisten sebelumnya. Siapa yang paling tertib akan mendapat kesempatan itu.</p>
<p>Thanks &#8230; Lord &#8230; buat ide ini &#8230;. Harapan saya sih itu berhasil. Tetapi rasanya tidak bisa dengan satu metode saja. Harus ada metode-metode lain agar kita bisa jadi teladan bagi mereka, tanpa harus terpaksa JAIM.</p>
<p>Saat berhenti menulis, saatnya bergumul lagi untuk dapat metode baru saat mereka sudah bosan menjadi asisten saya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Yang penting &#8230; bisa bebas dari JAIM untuk menjaga citra diri sendiri tetapi bisa tetap jadi teladan untuk kemuliaan nama Tuhan.</p>
<p>Dapat dilihat juga di <a href="http://www.sabdaspace.org/guru_sekolah_minggu_jaim" target="_blank">http://www.sabdaspace.org/guru_sekolah_minggu_jaim</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=38&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/27/guru-sekolah-minggu-jaim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Natal Sekolah Minggu (2006)</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/natal-sekolah-minggu-2006/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/natal-sekolah-minggu-2006/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 18:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/natal-sekolah-minggu-2006/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Sekolah minggu mungkin merupakan organisasi yang paling sibuk saat bulan Desember tiba. Bagaimana tidak, sejak bulan November guru-gurunya sudah mulai rapat sana sini untuk menentukan acara Natal, hadiah-hadiah, pementasan, kostum, dana, dan lain-lain. Tahun ini, seperti tahun-tahun biasanya, sekolah mingguku tidak mengadakan acara yang spektakuler atau acara yang besar-besaran. Tidak ada panitia Natal, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=37&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="content">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Sekolah minggu mungkin merupakan organisasi yang paling sibuk saat bulan Desember tiba.<span>  </span>Bagaimana tidak, sejak bulan November guru-gurunya sudah mulai rapat sana sini untuk menentukan acara Natal, hadiah-hadiah, pementasan, kostum, dana, dan lain-lain.<span>  </span></p>
<p> <span id="more-37"></span></p>
<p class="MsoNormal"> Tahun ini, seperti tahun-tahun biasanya, sekolah mingguku tidak mengadakan acara yang spektakuler atau acara yang besar-besaran.<span>  </span>Tidak ada panitia Natal, tidak ada kesibukan mendekor ruangan Natal, atau mencari persewaan kostum-kostum Natal. <span> </span>Tetapi bukan berarti kami tidak memaknai Natal dan tidak mengajak anak untuk antusias merayakan Natal. Bukan itu maksud kami.<span>  </span>Kami hanya ingin mengajak mereka larut dalam keserdehanaan seperti yang terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu.<span>  </span>Keserdehanaan bukan dalam hal tidak mengeluarkan banyak uang, tetapi bagaimana di masa Natal anak-anak tidak lelah dengan seabreg latihan atau agar anak-anak tidak bingung harus menggunakan baju baru di acara Natal sekolah minggu.<span>  </span>Dimana kita mengarahkan mereka kepada makna Natal yang sebenarnya.</p>
<p class="MsoNormal">Tahun ini, kami ingin anak-anak memaknai kasih yang ada dalam peristiwa kelahiran Yesus.<span>  </span>Sepanjang bulan Desember ibadah sekolah minggu tentu saja mengangkat kisah-kisah Natal dan menyanyikan lagu-lagu Natal.<span>  </span>Jadi perayaan Natal sekolah minggu kami bukan hanya sekali dalam bulan Desember, tetapi tiap ibadah sekolah minggu.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal">Selain ibadah, dalam setiap ibadah ada kegiatan-kegiatan Natal.<span>  </span>Minggu pertama anak-anak kelas besar diminta untuk membuat puisi Natal yang bertemakan kasih Natal,<span>  </span>Anak-anak kelas kecil diajak untuk mewarnai gambar peristiwa kelahiran Yesus.<span>  </span>Sebelum kegiatan dimulai terlebih dahulu disampaikan melalui pelajaran bahwa kedatangan Yesus adalah bukti kasih Allah pada manusia.</p>
<p class="MsoNormal">Minggu kedua anak-anak diajar menyatakan kasih mereka kepada orang lain dengan cara membuat kartu Natal.<span>  </span>Kartu Natal tahun ini akan ditujukan kepada Bapak Gembala.<span>  </span>Puisi yang sudah dibuat bisa dipindahkan ke dalam kartu Natal tersebut. <span> </span>Sedangkan untuk anak kelas kecil setiap guru harus berupaya terlebih dahulu dengan membuat kartu yang sudah jadi lengkap dengan gambar yang siap diwarnai dan tulisan selamat hari Natal di dalamnya. <span> </span>Lebih seru lagi jika mereka diminta membubuhi tanda tangan mereka.<span>  </span>Pastilah dengan serius atau dengan gaya layaknya orang dewasa mereka akan mencari model tanda tangan mereka untuk dibubuhi di kartu tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Minggu ketiga, setelah pelajaran disampaikan dalam kelas terpisah anak-anak kelas besar maupun kecil diajak untuk menceritakan kembali arti Natal bagi mereka.<span>  </span>Bagi anak-anak yang belum sekolah mereka boleh menyanyikan satu lagu Natal.</p>
<p class="MsoNormal">Minggu keempat, tidak ada ibadah sekolah Minggu karena digabung dengan perayaan Natal gereja kami.<span>  </span>Saat ini saat yang ditunggu-tunggu.<span>  </span>Mereka akan mementaskan drama Natal yang sudah dilatih setiap hari minggu sore sepanjang bulan Desember.<span>  </span>Dramanya tidak ada hafal menghafal dialog jadi lebih mudah bagi mereka untuk melakonkan.<span>  </span>Bukan hanya kelas besar saja loh yang berperan, tetapi juga kelas kecil, bahkan yang belum sekolah pun tidak mau ketinggalan.<span>  </span>Hari itu juga akan menjadi hari yang dinantikan karena ada pembagian hadiah Natal tentunya.</p>
<p class="MsoNormal">Tanggal 31 Desember, rangkaian perayaan Natal di sekolah minggu kami ditutup dengan cerita mengenai sukacita Natal.<span>  </span>Dalam kesempatan itu pula kami mengajak anak-anak bersukacita dengan bertukar hadiah satu sama lain atau roll kado.<span>  </span>Anak-anak membawa kado seharga Rp. 2000,00 per anak dan nantinya akan ditukarkan dengan kado lain dari teman-temannya.<span>  </span>Isi kado harus ada ucapan selamat Natal dan sebuah ayat untuk memasuki tahun yang baru.</p>
<p class="MsoNormal">Nah gitu deh perayaan Natal di sekolah minggu gerejaku.<span>  </span>Gimana dengan yang lain? Perayaan Natal di sekolah minggunya kegiatannya apa aja? Sharing donk biar jadi masukan buat kita-kita di tahun-tahun mendatang ….</p>
<p class="MsoNormal">Oh iya, tolong kritik dan sarannya untuk metode perayaan Natal di sekolah minggu yang sudah saya sharingkan di atas ya &#8230;.. thanks before</p>
<p class="MsoNormal"> Selamat Natal semuanya.   Tuhan memberkati!</p>
<p>Tulisan ini bisa dilihat juga di <a href="http://www.sabdaspace.org/natal_sekolah_minggu">http://www.sabdaspace.org/natal_sekolah_minggu</a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=37&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/natal-sekolah-minggu-2006/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penginjilan Anak, Penginjilan yang Terabaikan</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/penginjilan-anak-penginjilan-yang-terabaikan/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/penginjilan-anak-penginjilan-yang-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Dec 2007 18:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Sekolah Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[penginjilan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/36/</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya salah satu hal yang membuat saya begitu senang di tahun 2007 ini, salah satunya adalah KKR Anak Sekolah Minggu yang diselenggarakan di gereja saya bulan April yang lalu. Acara itu bermula dari kerinduan saya melihat anak-anak memiliki pengalaman rohani dalam sebuah kebaktian, dimana saat itu dapat menjadi waktu bagi anak untuk berpikir mengenai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=36&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Jika ditanya salah satu hal yang membuat saya begitu senang di tahun 2007 ini, salah satunya adalah KKR Anak Sekolah Minggu yang diselenggarakan di gereja saya bulan April yang lalu.</p>
<p class="MsoNormal">Acara itu bermula dari kerinduan saya melihat anak-anak memiliki pengalaman rohani dalam sebuah kebaktian, dimana saat itu dapat menjadi waktu bagi anak untuk berpikir mengenai keselamatannya. Jika mereka saat itu juga dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, itu akan membawa sukacita yang tak terhingga bagi saya.</p>
<p> <span id="more-36"></span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Yang menarik adalah ketika saya mengumpulkan beberapa mahasiswa teologia yang membantu pelayanan di SM gereja saya. <span> </span>Terlebih dahulu saya bertanya kepada mereka, “Di mana kalian melakukan penginjilan atau siapa yang akan kalian injili?” Jawabannya bervariasi, ada yang mengatakan rindu diutus ke pedalaman mencari orang-orang yang belum kenal injil dan membawa mereka mengenal Kristus.<span>  </span>Ada pula yang mengatakan akan menginjili mereka di mana saja Tuhan mengutus mereka.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Kemudian saya bertanya lagi, “Orang-orang seperti apa yang kalian bayangkan akan kalian injili?” Bervariasi lagi jawabannya, seperti orang-orang yang terlibat narkoba, orang yang sama sekali tidak pernah ke gereja, orang-orang yang belum kenal Kristus.<span>  </span>Dan ketika saya tanyakan, “Adakah anak-anak masuk dalam bayangan kalian?”, hampir semua terdiam, ada yang spontan menggeleng dengan kencangnya, dan pada akhirnya semua mengaku sama sekali tidak membayangkan akan menginjilii anak-anak.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Ya, masih banyak yang beranggapan bahwa Injil baru dapat diberitakan paling tidak untuk usia remaja keatas.<span>  </span>Penginjilan untuk anak belum terlalu dipikirkan. <span> </span>Padahal, justru penginjilan akan sangat efektif jika dilakukan kepada anak sejak usia dini. Anak-anak akan sangat mudah menerima Injil, karena masa anak-anak adalah masa dimana mereka paling mudah menyerap informasi dan mengingatnya dengan kuat. Sekolah Minggu dapat menjadi awal yang tepat bagi penginjilan tersebut.<span>  </span>Itulah sebabnya seorang guru sekolah minggu harus sadar benar, bahwa dia tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi penginjil bagi anak-anak layannya.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">KKR SM bulan April kemarin menyisakan keharuan di dalam hati saya sampai saat ini.<span>  </span>Saya masih ingat tangan-tangan mungil yang teracung saat pembicara menantang mereka menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya.<span>  </span>Di meja saya saat ini pun masih ada kartu-kartu komitmen yang dulu mereka isi sebagai tanda mereka percaya kepada Yesus.<span>  </span></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Maukah Anda menginjili anak-anak yang telah Tuhan percayakan untuk Anda layani?</p>
<p class="MsoNormal">Mari, bawalah anak-anak itu kepada Tuhan.<span>  </span>Jangan kita menjadi penghalang bagi mereka untuk datang kepada Tuhan, dengan tidak menginjili mereka.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=36&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/12/07/penginjilan-anak-penginjilan-yang-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kupu-Kupu</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/kupu-kupu/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/kupu-kupu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 06:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan untuk Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/kupu-kupu/</guid>
		<description><![CDATA[KUPU-KUPU Kupu-kupu adalah salah satu hewan dari sekian banyak serangga yang dapat terbang. Dia memiliki keindahan pada warnanya. Asal mula kupu- kupu adalah dari telur. Kemudian menetas menjadi ulat bulu. Jika ulat bulu sudah cukup besar dan gemuk, ia menempelkan diri pada tanaman atau pohon. Kemudian berubah menjadi kepompong yang sering kita lihat di pohon-pohon. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=35&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KUPU-KUPU</p>
<p>Kupu-kupu adalah salah satu hewan dari sekian banyak serangga yang<br />
dapat terbang. Dia memiliki keindahan pada warnanya. Asal mula kupu-<br />
kupu adalah dari telur. Kemudian menetas menjadi ulat bulu.</p>
<p>Jika ulat bulu sudah cukup besar dan gemuk, ia menempelkan diri pada<br />
tanaman atau pohon. Kemudian berubah menjadi kepompong yang sering<br />
kita lihat di pohon-pohon. Kepompong tersebut kemudian berubah menjadi<br />
seekor kupu-kupu. <span id="more-35"></span></p>
<p>Biasanya kupu-kupu terbang pada siang hari. Mereka harus berjemur di<br />
bawah sinar matahari sebelum terbang. Sebagian besar kupu-kupu makan<br />
madu yang dihisapnya dari bunga-bunga.</p>
<p>Ketika ia merasa terancam oleh bahaya hewan lain, ia berusaha<br />
bersembunyi dengan membentuk sayap mereka seperti daun.</p>
<p>Selain memiliki warna yang indah dan berbagai macam corak, sayap kupu-<br />
kupu mempunyai fungsi untuk menahan air. Jadi, walaupun hujan, tubuh<br />
mereka tidak basah.</p>
<p>Nah, kupu-kupu itu hanya seekor binatang. Tetapi Tuhan kasih keindahan<br />
yang luar biasa. Apalagi kita, jagoan-jagoan Kristus yang adalah<br />
manusia. Pasti Tuhan lebih sayang lagi kan? Kita semua diciptakan<br />
indah menurut Tuhan. Jadi kita tidak boleh mengatakan teman kita<br />
jelek, atau diri kita sendiri jelek. Kalau kita masih suka menjelekkan<br />
orang lain atau diri sendiri, itu berarti kita harus minta ampun<br />
kepada Tuhan.</p>
<p>&#8220;Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar<br />
Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya<br />
mereka.&#8221; (Kejadian 1:27)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=35&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/kupu-kupu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayi dalam Keranjang</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/bayi-dalam-keranjang/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/bayi-dalam-keranjang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 06:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan untuk Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/bayi-dalam-keranjang/</guid>
		<description><![CDATA[Bahan bacaan: Keluaran 2:1-10 Orang Israel pernah tinggal di tanah Mesir. Mereka menduduki daerah yang bernama Tanah Gosyen. Semakin hari orang Israel bertambah banyak. Orang Mesir ketakutan kekuatan orang Israel. Mereka takut kalau-kalau bangsa Israel akan menguasai Mesir. Akhirnya keluarlah peraturan. Bayi laki-laki orang Israel yang baru lahir harus dibunuh atau dibuang ke sungai Nil! [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=34&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan bacaan: Keluaran 2:1-10</p>
<p>Orang Israel pernah tinggal di tanah Mesir. Mereka menduduki daerah<br />
yang bernama Tanah Gosyen. Semakin hari orang Israel bertambah banyak.<br />
Orang Mesir ketakutan kekuatan orang Israel. Mereka takut kalau-kalau<br />
bangsa Israel akan menguasai Mesir. Akhirnya keluarlah peraturan. Bayi<br />
laki-laki orang Israel yang baru lahir harus dibunuh atau dibuang ke<br />
sungai Nil!</p>
<p>Pak Amram adalah orang Israel. Isterinya baru saja melahirkan bayi<br />
laki-laki. Mereka takut bayi mereka diambil tentara Mesir dan dibuang<br />
ke Sungai Nil. Mereka lalu menaruh bayi mereka di pinggir Sungai Nil,<br />
tempat permaisuri Mesir biasanya mandi. Bayi itu dimasukkan dalam<br />
keranjang dan dijaga kakak perempuannya yang sembunyi di balik pohon.<br />
Tuhan menolong bayi itu. Permasuri raja Mesir mendengarnya menangis.<br />
Lalu bayi itu diambilnya. Dia mengatakan mau mengangkat anak itu<br />
menjadi anaknya. Tetapi dia bingung, siapa yang akan menyusui bayi<br />
itu.</p>
<p>Tiba-tiba kakak perempuan bayi itu keluar dari tempat sembunyinya. Dia<br />
mengatakan ada ibu yang bisa menyusui bayi itu. Permaisuri pun senang.<br />
Akhirnya bayi itu kembali lagi kepada ibunya. Mereka tidak takut lagi<br />
bayi mereka akan dibunuh. Bayi itu sekarang menjadi anak raja. Ibunya<br />
bahagia sekali. Oleh permaisuri bayi itu diberi nama, &#8220;MUSA&#8221;.</p>
<p>&#8220;Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan,<br />
ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.&#8221; (Mazmur 68-21)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=34&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/bayi-dalam-keranjang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raja yang Bijaksana</title>
		<link>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/raja-yang-bijaksana/</link>
		<comments>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/raja-yang-bijaksana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 06:45:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Davida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan untuk Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/raja-yang-bijaksana/</guid>
		<description><![CDATA[Bahan Bacaan: 1Raja-raja 3:16-28 Suatu hari dua orang wanita datang ke hadapan Raja Salomo. Mereka berebut anak. Keduanya sama-sama baru melahirkan. Mereka tinggal bersama. Salah satu ibu karena tidur nyenyak tidak sadar menindih bayinya. Bayinya akhirnya meninggal. Ibu itu lalu menukarkan bayinya. Yang sudah mati ditukar dengan yang masih hidup. Saat ibu bayi yang masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=33&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan Bacaan: 1Raja-raja 3:16-28</p>
<p>Suatu hari dua orang wanita datang ke hadapan Raja Salomo. Mereka<br />
berebut anak. Keduanya sama-sama baru melahirkan. Mereka tinggal<br />
bersama. Salah satu ibu karena tidur nyenyak tidak sadar menindih<br />
bayinya. Bayinya akhirnya meninggal. Ibu itu lalu menukarkan bayinya.<br />
Yang sudah mati ditukar dengan yang masih hidup. Saat ibu bayi yang<br />
masih hidup bangun, dia kaget. Kenapa anakya mati? Lalu dia sadar itu<br />
bukan bayinya.</p>
<p>Waktu dia melihat bayinya digendong temannya, dia marah. &#8220;Itu bayiku,<br />
bayimu sudah mati. Kamu menukarnya dengan bayiku.&#8221; Ibu yang palsu<br />
berkata, &#8220;Ini bayiku! Bayimu yang mati itu!&#8221; Ibu-ibu itu lalu ribut.<br />
Tetangga-tetangganya melerai. Mereka mengusulkan agar perkara itu di<br />
serahkan kepada Raja Salomo.</p>
<p>Kedua ibu itu pergi ke Istana. Mereka bertemu dengan raja Salomo. Di<br />
depan raja mereka terus ribut. Ibu yang palsu maupun yang asli. Mereka<br />
sama-sama menginginkan bayi yang masih hidup itu.</p>
<p>&#8220;DIAM!&#8221; tegur Raja Salomo. Dia sudah tidak tahan mendengar keributan.<br />
Dia minta pengawalnya mengambil pedang. &#8220;Taruh bayi itu di depanku.<br />
Daripada terus bertengkar, bayi ini kubagi dua saja!&#8221;</p>
<p>Ibu yang palsu berkata sambil tersenyum, &#8220;Iya, bagi dua saja bayinya<br />
biar adil!&#8221;</p>
<p>Tetapi ibu yang asli menangis dengan keras sambil berkata, &#8220;Jangggann<br />
&#8230; Tuanku Raja, jangan bunuh anakku. Biarlah wanita itu mengambil<br />
anakku. Aku tidak mau anakku, Tuanku!&#8221;</p>
<p>Raja lalu berkata, &#8220;Ambil bayi itu, serahkan ke ibunya yang sedang<br />
menangis itu. Dialah ibunya!&#8221; Lalu ibu yang palsu dihukum dan<br />
dimasukkan ke penjara.</p>
<p>Raja Salomo tahu ibu yang asli tidak mungkin ingin melihat anaknya<br />
dibunuh. Raja Salomo tidak benar-benar ingin membunuh anak itu. Hanya<br />
untuk menguji. Raja Salomo sungguh raja yang penuh hikmat. Karena dia<br />
selalu menyenangkan hati Tuhan.</p>
<p>&#8220;Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya,<br />
takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan<br />
itulah akal budi.&#8221; (Ayub 28:28)<span id="more-33"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yesuscintaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yesuscintaku.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yesuscintaku.wordpress.com&amp;blog=1998044&amp;post=33&amp;subd=yesuscintaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yesuscintaku.wordpress.com/2007/11/12/raja-yang-bijaksana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c145ced11c5ed42a278128f352f9083?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Evie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
