Sekolah Minggu dan Pernak-Perniknya

Archive for the ‘Renungan untuk Anak’ Category

KUPU-KUPU

Kupu-kupu adalah salah satu hewan dari sekian banyak serangga yang
dapat terbang. Dia memiliki keindahan pada warnanya. Asal mula kupu-
kupu adalah dari telur. Kemudian menetas menjadi ulat bulu.

Jika ulat bulu sudah cukup besar dan gemuk, ia menempelkan diri pada
tanaman atau pohon. Kemudian berubah menjadi kepompong yang sering
kita lihat di pohon-pohon. Kepompong tersebut kemudian berubah menjadi
seekor kupu-kupu. Baca entri selengkapnya »

Bahan bacaan: Keluaran 2:1-10

Orang Israel pernah tinggal di tanah Mesir. Mereka menduduki daerah
yang bernama Tanah Gosyen. Semakin hari orang Israel bertambah banyak.
Orang Mesir ketakutan kekuatan orang Israel. Mereka takut kalau-kalau
bangsa Israel akan menguasai Mesir. Akhirnya keluarlah peraturan. Bayi
laki-laki orang Israel yang baru lahir harus dibunuh atau dibuang ke
sungai Nil!

Pak Amram adalah orang Israel. Isterinya baru saja melahirkan bayi
laki-laki. Mereka takut bayi mereka diambil tentara Mesir dan dibuang
ke Sungai Nil. Mereka lalu menaruh bayi mereka di pinggir Sungai Nil,
tempat permaisuri Mesir biasanya mandi. Bayi itu dimasukkan dalam
keranjang dan dijaga kakak perempuannya yang sembunyi di balik pohon.
Tuhan menolong bayi itu. Permasuri raja Mesir mendengarnya menangis.
Lalu bayi itu diambilnya. Dia mengatakan mau mengangkat anak itu
menjadi anaknya. Tetapi dia bingung, siapa yang akan menyusui bayi
itu.

Tiba-tiba kakak perempuan bayi itu keluar dari tempat sembunyinya. Dia
mengatakan ada ibu yang bisa menyusui bayi itu. Permaisuri pun senang.
Akhirnya bayi itu kembali lagi kepada ibunya. Mereka tidak takut lagi
bayi mereka akan dibunuh. Bayi itu sekarang menjadi anak raja. Ibunya
bahagia sekali. Oleh permaisuri bayi itu diberi nama, “MUSA”.

“Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan,
ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.” (Mazmur 68-21)

Bahan Bacaan: 1Raja-raja 3:16-28

Suatu hari dua orang wanita datang ke hadapan Raja Salomo. Mereka
berebut anak. Keduanya sama-sama baru melahirkan. Mereka tinggal
bersama. Salah satu ibu karena tidur nyenyak tidak sadar menindih
bayinya. Bayinya akhirnya meninggal. Ibu itu lalu menukarkan bayinya.
Yang sudah mati ditukar dengan yang masih hidup. Saat ibu bayi yang
masih hidup bangun, dia kaget. Kenapa anakya mati? Lalu dia sadar itu
bukan bayinya.

Waktu dia melihat bayinya digendong temannya, dia marah. “Itu bayiku,
bayimu sudah mati. Kamu menukarnya dengan bayiku.” Ibu yang palsu
berkata, “Ini bayiku! Bayimu yang mati itu!” Ibu-ibu itu lalu ribut.
Tetangga-tetangganya melerai. Mereka mengusulkan agar perkara itu di
serahkan kepada Raja Salomo.

Kedua ibu itu pergi ke Istana. Mereka bertemu dengan raja Salomo. Di
depan raja mereka terus ribut. Ibu yang palsu maupun yang asli. Mereka
sama-sama menginginkan bayi yang masih hidup itu.

“DIAM!” tegur Raja Salomo. Dia sudah tidak tahan mendengar keributan.
Dia minta pengawalnya mengambil pedang. “Taruh bayi itu di depanku.
Daripada terus bertengkar, bayi ini kubagi dua saja!”

Ibu yang palsu berkata sambil tersenyum, “Iya, bagi dua saja bayinya
biar adil!”

Tetapi ibu yang asli menangis dengan keras sambil berkata, “Jangggann
… Tuanku Raja, jangan bunuh anakku. Biarlah wanita itu mengambil
anakku. Aku tidak mau anakku, Tuanku!”

Raja lalu berkata, “Ambil bayi itu, serahkan ke ibunya yang sedang
menangis itu. Dialah ibunya!” Lalu ibu yang palsu dihukum dan
dimasukkan ke penjara.

Raja Salomo tahu ibu yang asli tidak mungkin ingin melihat anaknya
dibunuh. Raja Salomo tidak benar-benar ingin membunuh anak itu. Hanya
untuk menguji. Raja Salomo sungguh raja yang penuh hikmat. Karena dia
selalu menyenangkan hati Tuhan.

“Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya,
takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan
itulah akal budi.” (Ayub 28:28) Baca entri selengkapnya »

Bahan bacaan: Roma 3:10-13

“Ma, kalau Rani terus berbuat baik dan tidak nakal, apakah Rani pasti
masuk surga?” tanya Rani pada mamanya.

Mama tersenyum dan bertanya, “Maksudnya?”

“Iya, kalau aku selalu bantu mama, rajin sekolah minggu, nggak suka
ganggu teman, nurut kata guru, itu berarti aku bisa masuk surga?”
tanya Rani lagi. Baca entri selengkapnya »

Bahan Bacaan: Lukas 15:1-7

Kemarin aku mengikuti kebaktian anak di gereja. Hari itu tidak seperti
biasanya. Yang datang bukan hanya teman-teman sekolah mingguku.
Teman-teman lain dari gereja lain juga datang.

Acara minggu itu istimewa sekali. Ruang gereja dihias penuh dengan
balon dan kertas warna. Guru-guruku yang biasanya tampil manis kali
ini tampil beda, lebih rapi. Banyak sekali pujian yang dinyanyikan.
Aku juga senang banyak lagu pujian yang dinyanyikan. Baca entri selengkapnya »

Bahan bacaan: Markus 7:31-37

Yesus baru saja menempuh perjalanan yang sangat jauh. Saat ini Dia
telah tiba di daerah Dekapolis. Jika kalian baru saja bepergian ke
tempat yang jauh, kalian pasti merasa lelah dan ingin beristirahat.
Mungkin itu pula yang dirasakan Yesus dan murid-murid-Nya. Dia ingin
beristirahat sejenak melepaskan lelahnya. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.