Posted by: Davida on: April 12, 2008
Aku bersyukur kepada Allah yang menempatkan anak-anak di sekelilingku, sehingga aku semakin mengenal betapa uniknya Allah menciptakan mereka. Mereka belajar secara alami dari apa yang mereka lihat, pegang, dengar, makan, atau yang mereka cium. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: April 9, 2008
Dalam Alkitab banyak tuntunan yang Allah berikan kepada setiap orang tua tentang bagaimana mendidik dan melayani seorang anak. Salah satunya adalah melalui teladan Tuhan Yesus sendiri.
Berikut beberapa prinsip bagi seorang pelayan anak dalam mengemban tugas pelayanannya, berdasarkan teladan Yesus yang diambil dari Markus 10:13-16. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: Januari 23, 2008
Memasuki sebuah gereja saya sangat tertegun. Begitu banyak anak-anak yang juga duduk manis bersama dengan orang tuanya. Sementara tidak jauh dari gedung gereja, segelintir anak sedang bernyanyi riang bersama dengan guru sekolah minggu mereka. Apa yang sedang dilakukan anak-anak ini disini? Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: Desember 27, 2007
Saat ini saya sedang menerawang masa kecil saya. Khususnya waktu masih jadi penghuni kelas sekolah Minggu. Saat saya melihat guru saya mengajar, betapa kagumnya saya saat itu melihat mereka. Begitu baik, manis, dan suka senyum. Wah mereka pasti suci sekali ya …. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: Desember 7, 2007
Sekolah minggu mungkin merupakan organisasi yang paling sibuk saat bulan Desember tiba. Bagaimana tidak, sejak bulan November guru-gurunya sudah mulai rapat sana sini untuk menentukan acara Natal, hadiah-hadiah, pementasan, kostum, dana, dan lain-lain.
Posted by: Davida on: Desember 7, 2007
Jika ditanya salah satu hal yang membuat saya begitu senang di tahun 2007 ini, salah satunya adalah KKR Anak Sekolah Minggu yang diselenggarakan di gereja saya bulan April yang lalu.
Acara itu bermula dari kerinduan saya melihat anak-anak memiliki pengalaman rohani dalam sebuah kebaktian, dimana saat itu dapat menjadi waktu bagi anak untuk berpikir mengenai keselamatannya. Jika mereka saat itu juga dapat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, itu akan membawa sukacita yang tak terhingga bagi saya.
Posted by: Davida on: November 12, 2007
KUPU-KUPU
Kupu-kupu adalah salah satu hewan dari sekian banyak serangga yang
dapat terbang. Dia memiliki keindahan pada warnanya. Asal mula kupu-
kupu adalah dari telur. Kemudian menetas menjadi ulat bulu.
Jika ulat bulu sudah cukup besar dan gemuk, ia menempelkan diri pada
tanaman atau pohon. Kemudian berubah menjadi kepompong yang sering
kita lihat di pohon-pohon. Kepompong tersebut kemudian berubah menjadi
seekor kupu-kupu. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: November 12, 2007
Bahan bacaan: Keluaran 2:1-10
Orang Israel pernah tinggal di tanah Mesir. Mereka menduduki daerah
yang bernama Tanah Gosyen. Semakin hari orang Israel bertambah banyak.
Orang Mesir ketakutan kekuatan orang Israel. Mereka takut kalau-kalau
bangsa Israel akan menguasai Mesir. Akhirnya keluarlah peraturan. Bayi
laki-laki orang Israel yang baru lahir harus dibunuh atau dibuang ke
sungai Nil!
Pak Amram adalah orang Israel. Isterinya baru saja melahirkan bayi
laki-laki. Mereka takut bayi mereka diambil tentara Mesir dan dibuang
ke Sungai Nil. Mereka lalu menaruh bayi mereka di pinggir Sungai Nil,
tempat permaisuri Mesir biasanya mandi. Bayi itu dimasukkan dalam
keranjang dan dijaga kakak perempuannya yang sembunyi di balik pohon.
Tuhan menolong bayi itu. Permasuri raja Mesir mendengarnya menangis.
Lalu bayi itu diambilnya. Dia mengatakan mau mengangkat anak itu
menjadi anaknya. Tetapi dia bingung, siapa yang akan menyusui bayi
itu.
Tiba-tiba kakak perempuan bayi itu keluar dari tempat sembunyinya. Dia
mengatakan ada ibu yang bisa menyusui bayi itu. Permaisuri pun senang.
Akhirnya bayi itu kembali lagi kepada ibunya. Mereka tidak takut lagi
bayi mereka akan dibunuh. Bayi itu sekarang menjadi anak raja. Ibunya
bahagia sekali. Oleh permaisuri bayi itu diberi nama, “MUSA”.
“Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan,
ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.” (Mazmur 68-21)
Posted by: Davida on: November 12, 2007
Bahan Bacaan: 1Raja-raja 3:16-28
Suatu hari dua orang wanita datang ke hadapan Raja Salomo. Mereka
berebut anak. Keduanya sama-sama baru melahirkan. Mereka tinggal
bersama. Salah satu ibu karena tidur nyenyak tidak sadar menindih
bayinya. Bayinya akhirnya meninggal. Ibu itu lalu menukarkan bayinya.
Yang sudah mati ditukar dengan yang masih hidup. Saat ibu bayi yang
masih hidup bangun, dia kaget. Kenapa anakya mati? Lalu dia sadar itu
bukan bayinya.
Waktu dia melihat bayinya digendong temannya, dia marah. “Itu bayiku,
bayimu sudah mati. Kamu menukarnya dengan bayiku.” Ibu yang palsu
berkata, “Ini bayiku! Bayimu yang mati itu!” Ibu-ibu itu lalu ribut.
Tetangga-tetangganya melerai. Mereka mengusulkan agar perkara itu di
serahkan kepada Raja Salomo.
Kedua ibu itu pergi ke Istana. Mereka bertemu dengan raja Salomo. Di
depan raja mereka terus ribut. Ibu yang palsu maupun yang asli. Mereka
sama-sama menginginkan bayi yang masih hidup itu.
“DIAM!” tegur Raja Salomo. Dia sudah tidak tahan mendengar keributan.
Dia minta pengawalnya mengambil pedang. “Taruh bayi itu di depanku.
Daripada terus bertengkar, bayi ini kubagi dua saja!”
Ibu yang palsu berkata sambil tersenyum, “Iya, bagi dua saja bayinya
biar adil!”
Tetapi ibu yang asli menangis dengan keras sambil berkata, “Jangggann
… Tuanku Raja, jangan bunuh anakku. Biarlah wanita itu mengambil
anakku. Aku tidak mau anakku, Tuanku!”
Raja lalu berkata, “Ambil bayi itu, serahkan ke ibunya yang sedang
menangis itu. Dialah ibunya!” Lalu ibu yang palsu dihukum dan
dimasukkan ke penjara.
Raja Salomo tahu ibu yang asli tidak mungkin ingin melihat anaknya
dibunuh. Raja Salomo tidak benar-benar ingin membunuh anak itu. Hanya
untuk menguji. Raja Salomo sungguh raja yang penuh hikmat. Karena dia
selalu menyenangkan hati Tuhan.
“Tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya,
takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan
itulah akal budi.” (Ayub 28:28) Baca entri selengkapnya »
Posted by: Davida on: November 12, 2007
Bahan bacaan: Roma 3:10-13
“Ma, kalau Rani terus berbuat baik dan tidak nakal, apakah Rani pasti
masuk surga?” tanya Rani pada mamanya.
Mama tersenyum dan bertanya, “Maksudnya?”
“Iya, kalau aku selalu bantu mama, rajin sekolah minggu, nggak suka
ganggu teman, nurut kata guru, itu berarti aku bisa masuk surga?”
tanya Rani lagi. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir